Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Kasus Bom Bunuh Diri

Mengapa 'Bangga 'Jadi Pengebom Bunuh Diri?

Oleh Ellyzar Zachra PB | Inilah – Sen, 18 Apr 2011 08.13 WIB


Mengapa 'Bangga 'Jadi Pengebom Bunuh Diri?


INILAH.COM, Jakarta - Serangan bom bunuh diri menjadi senjata pilihan bagi kelompok teroris karena kemampuannya yang mematikan dan menciptakan kekacauan serta ketakutan. Inilah pilihan janggal ‘manusia terpilih’.
Berdasarkan sumber data serangan bunuh diri milik Flinders University, Australia, bom bunuh diri di Irak, Palestina-Israel, Afganistan, Pakistan dan Sri Lanka menyumbang 90% serangan bunuh diri atau sekitar 14.559 kasus di dunia. Pertanyaan besar, kenapa?
Menurut Profesor Riaz Hassan dari Departemen Sosiologi di Flinder University, Adelaide , Australia , bukti tersebut menunjukkan alasan utama seseorang melakukan pengeboman bunuh diri berdasar kepada kepercayaan yang dianut.
Agama dan kepercayaan memainkan peranan penting dalam merekrut dan memotivasi seseorang. Meskipun begitu, di balik alasan kepercayaan, muncul kekuatan pendorong lain yaitu politik, unsur penghinaan, pembalasan dendam dan altruisme.
Terbaru, kasus bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon , Jawa Barat, membuat puluhan orang terluka termasuk Kaporesta Cirebon AKBP Herukoco. Pelaku adalah seorang pria dan dikabarkan tewas di lokasi kejadian.

Merupakan Perbuatan Aneh !

Kesaksian Imam Masjid Cirebon (1) : Suara Takbir Saya Disambut Ledakan Bom

                      Republika – Jum, 15 Apr 2011 15.54 WIB
 

Shalat Jumat, ilustrasi


REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON - Haji Abbas Sudinta tak menyangka, salah satu jamaah shalat di belakangnya memiliki itikad yang sungguh terkutuk: meledakkan bom di tengah jamaah shalat Jumat. Usai menyampaikan khotbah, ia berangsur ke mihrab, bersiap mengimami shalat Jumat. Usai ikamah, ia mengecek shaf dan kembali menghadap arah kiblat, memulai shalat Jumat.

"Saya mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, saat itulah blarrrr...suara memekakkan telinga terdengar. Tangah saya bahkan belum turun, dan takbiratul ihram baru saya baca separuh," ujarnya, saat diwawancara via telepon.Saat itu, sussana menjadi gelap dan jamaah panik. Ia berpegangan pada sisi mimbar, dengan pakaian yang dirasanya mulai koyak. "Baju saya berubah merah, darah keluar entah dari bagian tubuh mana," ujarnya.
Saat itu, ia melihat banyak jamaah yang terluka. Semua dalam kondisi sama dengannya, pakaian compang camping dan terluka. Jamaah yang tak terluka, memapah dan menggotong jamaah yang terluka.
Ia sendiri sempoyongan, mencari arah pintu keluar di samping masjid, pintu khusus bagi takmir

Perubahan Iklim Tingkatkan Populasi Ulat Bulu




berita yahoo : Republika – Kam, 7 Apr 2011 20.04 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Perubahan iklim terutama temperatur lingkungan ikut mempengaruhi populasi ulat bulu, karena temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat itu, kata pakar hama dan penyakit tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suputa. "Meningkatnya populasi ulat bulu juga disebabkan semakin berkurangnya musuh alami, seperti burung, parasitoid, dan predator lain," katanya dalam diskusi Fenomena Wabah Hama Ulat Bulu di Jawa Timur, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, akibat tingginya populasi, serangan ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, semakin memprihatinkan. Ulat bulu tidak hanya menyerang daun mangga di Kecamatan Bantaran, Leces, Sumberasih, dan Tegalsiwalan, tetapi juga memasuki rumah penduduk. "Daun mangga varietas Manalagi di daerah itu habis dimakan ulat bulu. Pohon mangga tinggal ranting dan batangnya," katanya.
Ia mengatakan, ulat bulu tersebut lebih memilih menyerang daun mangga Manalagi dibanding varietas pohon mangga lain. Pemilihan inang itu dilakukan ulat bulu dewasa saat meletakkan telur.

Peristiwa Tsunami Japang 3-11-2011

Video tsunami Japan

TSUNAMI LAGI DI JEPANG HARI INI

STUNAMI DATANG, JEPANG BERKABUNG
Sungguh luar biasa tsunami yang terjadi di jepang pada hari ini. Tsunami diawali terjadinya gempa yang berkekuatan 8,8 SR --- 11 Mret 2011 --- Tsunami telah menggulung daerah pertanian Jepang. Tinggi tsunami hingga mencapai kepulauan Indonesia ( Papua, air laut naik setinggi 10 centimeter ). Lalu bagaimana pulau kalau di Jepang ? Pemerintah Jepang secara dini telah mengevakuasi penduduk yang berada di daerah gempa. Berita malam TVOne menyiarkan diperkirakan  baru 50 lebih jiwa hilang atau meninggal dan ini baru perkiraan sebab jumlah penduduk yang telah dievakuasi berjumlah kurang lebih 2 juta jiwa
Berita minggu diperkirakan meninggal 1.000 orang lebih. Berbagai negara terus menunjukkan simpatinya dengan mengirim bantuan financial dan tenaga sukarelawan membantu evakuasi korban yang masih huidup dan yang telah meninggal dunia.
Apabila kita perhatikan Jepang adalah sebuah negara yang maju teknologi, dengan tsunami semuanya luluh lantak dalam sekejap, harta yang dicari bertahun sirna dalam sekejap. Warga Jepang memang sudah terbiasa dalam menghadapi gempa. Menurut informasi sejak tahun 1800-san peristiwa gempa di Jepang, baru ini kali ( 2011 ) terjadi gempa yang sangat dahsat disertai dengan tsunami.
Gempa di Aceh 2004 lalu, guncangannya di Medan sudah sungguh kuat bagaimana pula kalau di Jepang persisnya di Kota Sendai daerah pusat gempat......... tak terpikir lagi
Mari kita panjatkan beroda semoga Indonesia tidak seperti Jepang dan saudara kita yang ada di Jepang diberi kesabaran dan tetap siap menghadapi suasana bagaimanapun, karena negara mereka sangat rawat dengan gempat.


Tunggu Tsunami, Warga Sekitar Pelabuhan Gorontalo Gelar Pesta Joget

REPUBLIKA.CO.ID,GORONTALO—
Peringatan Tsunami di kawasan Indonesia Timur, pasca Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter di Jepang yang juga diperkirakan berlangsung di kawasan pesisir Kabupaten Gorontalo Utara, justru direspon sebagian warga dengan memutar musik keras-keras dan berjoget di beranda rumah.

Presiden Mesir akhirnya ..........


Masyarakat Mesir di Inggris Rayakan Mundurnya Mubarak

Antara - Sabtu, 12 Februari

 Masyarakat Mesir di Inggris Rayakan Mundurnya Mubarak
London (ANTARA) - Masyarakat Mesir di Inggris mengelar perayaan kemenangan menyusul mundurnya Presiden Husni Mubarak, di alun alun kota London, Trafalgar Square, Sabtu.
Pekerja sosial Tim Indonesia dan Timor Leste di Amnesty International, yang berkedudukan di London Aditya Muharam kepada koresponden Antara London, Jumat malam mengatakan bahwa perayaan besar-besar digelar untuk merayakan kemenangan rakyat Mesir di Kerajaan Inggris.
Sementara itu Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan Mesir memiliki kesempatan dan momen berharga untuk bergerak menuju "kekuasaan sipil dan demokratis" di Mesir.
Hal itu disampaikan PM Inggris beberapa saat menyusul pengumuman pengunduran diri Husni Mubarak sebagai Presiden Mesir setelah terjadinya demontrasi yang dilakukan rakyat Mesir selama 18 hari yang menuntut pengunduran diri Presiden Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun.
Pernyataan David Cameron disampaikan di 10 Downing Street, London, Jumat dan menyebutkan pemerintahan baru harus mulai untuk dengan membangun sebuah masyarakat yang terbuka, bebas dan demokratis.
Cameron mengatakan apa yang telah terjadi hari ini di Mesir merupakan langkah pertama dan Inggris sebagai teman Mesir siap untuk membantu dengan cara apapun.
David Cameron mengatakan Mesir telah mengalami "luar biasa" dan mendesak `kekuasaan sipil` setelah Husni Mubarak berhenti.
"Mereka yang sekarang menjalankan Mesir memiliki tugas untuk mencerminkan keinginan rakyat Mesir khususnya, harus ada perpindahan kekuasaan sipil dan demokrasi sebagai bagian dari transisi yang sangat penting bagi Mesir yang terbuka, demokratis dan bebas.
Sementara itu Pemimpin Partai Buruh Ed Miliband, mengatakan para pengunjuk rasa telah "meraih kemenangan besar" dan menyampaikan selamat dan tugas sekarang adalah menciptakan masa depan demokrasi yang dimenangkan hari ini"
Sementara itu pendiri dan pelindung dari British Society Mesir, Ahmed El-Mokadem, kepada BBC London mengatakan dia merasa "senang" Mubarak telah mengundurkan diri.
Ahmed El-Bayoumi, yang baru kembali dari dua minggu protes di Kairo dan berencana untuk terbang kembali ke negara asalnya pada hari Sabtu, menambahkan bahwa Mesir memiliki "begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun kembali negara".
"Jelas, kita perlu melihat siapa yang akan mengambil kekuasaan Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujarnya.
Dia mengatakan orang-orang Mesir telah "kehilangan kepercayaan" selama masa Mubarak sebagai presiden, yang telah menghentikan pembangunan negara.
Presiden Mesir Husni Mubarak akhirnya mengundurkan diri ditengah tuntutan mundur para demonstran.
Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, baru saja mengumumkan Presiden Mubarak memutuskan mundur, dan kewenangan dipegang oleh dewan militer.
"Atas nama Allah yang Maha Penyayang, dalam situasi yang sangat sulit yang dihadapi Mesir, Presiden Husni Mubarak memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden republik dan menunjuk Dewan Militer untuk menjalan tugas-tugas negara," kata Suleiman.
"Semoga Allah membantu kita semua," tambah Wapres Mesir. Pengumuman melalui televisi ini sontak disambut meriah oleh massa yang berdemonstrasi di Lapangan Tahrir dan kota-kota lain, seperti di Iskandariah.
  sumber : Berita yahoo, sabtu, 12 Pebruari 2011

Sangat disesalkan


Petugas gereja berupaya memadamkan api yang menghanguskan mobil-mobil yang terdapat di areal parkir Gereja Pantekosta di Indonesia di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2011).

Berita Kompas dengan judul : Negara Gagal Lindungi Warga

JAKARTA, KOMPAS.com - Negara telah gagal melindungi warga negaranya. Setelah terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2011), amuk massa kembali terjadi pada Selasa (8/2/2011) di Temanggung, Jawa Tengah. Ratusan orang mengamuk, membakar, dan merusak tiga gereja serta beberapa kendaraan roda empat dan roda dua.
Pada dua peristiwa yang terjadi hanya berselang sehari itu, aparat seperti tidak berdaya menghentikan kekerasan dan kemarahan massa. Sejumlah pihak mempertanyakan ketidakhadiran negara dalam melindungi warganya.
Pernyataan ini datang dari PBNU dan tokoh-tokoh lintas agama yang menggelar pertemuan pada Selasa malam.
Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Romo Aloysius Budi Purnomo juga meminta pemerintah tegas menindak setiap kekerasan yang dilakukan sekelompok orang dengan mengatasnamakan agama.
Romo Budi mengatakan, pemerintah terlalu lama membiarkan peristiwa semacam itu terjadi tanpa ada penyelesaian. Romo Budi mengimbau umat beragama untuk tidak terprovokasi kejadian tersebut.
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia juga mengecam keras tindak kekerasan di Temanggung itu. ”Masalahnya, kegagalan negara dalam memberikan perlindungan ini sering terjadi,” kata Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI Jeirry Sumampouw.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menyatakan, pembakaran tempat ibadah adalah tindakan biadab dan jauh dari nilai dan ajaran agama. Untuk itu, ia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengevaluasi kinerja Kepala Polri berikut jajarannya.
Ansor bahkan sudah mengerahkan jajarannya, berikut Barisan Ansor Serbaguna (Banser), di kawasan Kedu bekerja sama dengan aparat keamanan dan elemen masyarakat lain untuk ikut menjaga fasilitas publik dan tempat ibadah.
Pertanyaan tentang kegagalan negara mengamankan warganya juga datang dari Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo dan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Namun, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menepis tudingan itu.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, melalui Menko Polhukam Djoko Suyanto, mengecam tindakan anarkistis di Temanggung itu. Presiden juga menginstruksikan Polda Jateng segera mencari pelaku tindakan anarkistis tersebut.
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta Polri menyelidiki kemungkinan adanya pihak-pihak yang mendorong adanya kekerasan untuk merusak keamanan dan ketertiban publik.
Amuk massa Temanggung

Meski tidak ada korban jiwa, aksi yang dilakukan ratusan orang di Temanggung itu seharusnya bisa diantisipasi karena sudah terjadi untuk ketiga kali. Namun, penjagaan aparat kepolisian di beberapa tempat ibadah dan titik-titik tertentu itu ternyata tidak mampu menahan serbuan massa.
Aksi massa mulai terjadi sekitar pukul 10.00 saat berlangsung persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung. Keributan berawal saat majelis hakim yang diketuai Dwi Dayanto membacakan putusan yang menghukum terdakwa asal Jakarta itu dengan lima tahun penjara. Saat mendengar vonis lima tahun, massa yang sudah sejak pagi berada di dalam ruang sidang langsung bereaksi dan berusaha mendekati tempat duduk terdakwa.
Akibat keributan tersebut, majelis hakim tidak sempat mengetuk palu. Polisi langsung mengamankan terdakwa dan kini terdakwa berada di Semarang.
Mengetahui terdakwa tidak lagi di pengadilan, massa langsung melempari gedung pengadilan sehingga kaca jendela pecah dan pintu rusak. Pegawai PN Temanggung pun berlarian menyelamatkan diri dengan cara memanjat tembok. Salah seorang pegawai luka terkena lontaran batu dari ketapel.
Polisi yang sudah berjaga sejak pagi di kompleks pengadilan menghalau massa keluar dari ruang sidang dan halaman, tetapi hal ini justru berakibat fatal. Di Jalan Sudirman, depan PN, massa menggulingkan dan membakar dua mobil Satuan Pengendalian Masyarakat (Dalmas) yang di parkir di pinggir jalan depan pengadilan.
Mereka juga merusak sepeda motor yang diparkir di sekitar gedung pengadilan, dua di antaranya milik wartawan.
Massa kemudian berpencar menuju sejumlah tempat ibadah dan melakukan perusakan.
Gereja Bethel Indonesia di Jalan Suyoto menjadi sasaran pertama. Mereka merusak kantin TK dan kelompok bermain Shekinah serta merusak gedung pertemuan Graha Shekinah. Empat sepeda motor dibakar.
Massa kemudian membakar gerbang Gereja Pantekosta di Indonesia yang berdekatan dengan pasar kota Temanggung.
Gereja Santo Petrus dan Paulus juga tak luput dari amuk massa. Markas Polres Temanggung juga dirusak.
Massa di depan pengadilan baru bubar pukul 13.00. Mereka kemudian melanjutkan aksi berkeliling ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Temanggung.
Dipicu SMS

Saat amuk massa berlangsung, suasana di pusat kota Temanggung mencekam. Pagar dan pintu kantor, pertokoan, serta rumah-rumah ditutup rapat karena khawatir diserang. Suasana mulai mereda sekitar pukul 15.00. Namun, penjagaan ketat tetap terlihat di kawasan kantor PN, markas polres, gereja-gereja, dan sejumlah tempat. Ribuan polisi terus berjaga di sejumlah titik.
Dalam jumpa pers Selasa malam, Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Edward Aritonang menyatakan telah memeriksa lima saksi, tetapi belum menetapkan tersangka. Hasil sementara pemeriksaan, aksi massa itu dipicu oleh SMS yang mengajak mereka untuk menghadiri sidang penistaan agama dan berdakwah. Edward menegaskan, kasus ini bukan masalah antaragama.
Hingga pukul 21.30, Edward dan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen Langgeng Sulistiyono Widodo masih tetap berada di Temanggung untuk memantau kondisi di lapangan. Personel dari Polres Temanggung, Wonosobo, Pekalongan, Brimob Polda Jateng, dan Batalyon Armed Magelang tetap siaga.
Sebelumnya, Aritonang menyatakan, amuk massa ini dipicu ketidakpuasan massa atas vonis yang menghukum Antonius.
Ia mulai diadili dalam kasus penistaan agama sejak Oktober 2010 karena mengedarkan dokumen stensilan yang berisi penistaan agama, baik terhadap agama Islam maupun Kristen.
Menjawab pertanyaan bahwa kelompok massa ini sudah tiga kali melakukan aksinya, Aritonang menjawab, pihaknya berkonsentrasi mengamankan kota. (UTI/EGI/WHO/SON/WEN/INA/ DIK/CAS/NWO/TRA/INU/IAM/FER)

Sumber : www.Kompas.com. berita koran kompas 9 Pebruari 2011 halaman 1 dan 15

Penduduk Indonesia

Pemerintah Indonesia tahun lalu sudah menggelar sensus penduduk ke 6 kalinya, yaitu  pada 1 Mei 2010. Sensus penduduk yang sudah pernah dilakukan di negera kita pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000 dan 2010. Sensus penduduk diselenggarakan oleh negara kita sepuluh tahun sekali ini dan diberlakukan bagi seluruh warga negara Indonesia atau warga negara Asing yang tinggal di wilayah teritorial Indonesia


Menurut kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis (29/4/2010) " Data yang diperoleh dari sensus penduduk bisa diolah oleh masing-masing lembaga (negara) menjadi informasi untuk membantu program pembangunan di berbagai bidang."
Untuk apa tujuan sensus penduduk itu dilakukan ? o.... tentu sangat penting lho ..... Tujuannya, untuk memperoleh informasi ( data ) dasar kependudukan dan perumahan yang diperlukan untuk bahan evaluasi pembangunan serta menyusun perencanaan pembangunan kependudukan, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.


wah ! padat sekali perumahannya 
Data Terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk Indonesia terbaru bulan Oktober tahun 2010. Totalnya penduduk RI sampai saat ini mencapai 237,56 juta jiwa.  "Pada tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia mencapi 206 juta jiwa. Peningkatannya sekitar 1,3 persen per tahun. BPS mencatat, kalau laju pertumbuhan penduduk terus menurun dibandingkan 30 tahun lalu. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2000-2010 hanya 1,49 persen, naik dibandingkan tahun 1990-2000 yang sudah 1,45 persen. Sebelumnya, pada 30-20 tahun lalu pertumbuhan penduduk RI tercatat cukup tinggi yakni untuk periode 1930-1961 laju pertumbuhan 2,15 persen, tahun 1961-1971 laju pertumbuhan 2,13 persen, tahun 1971-1980 dengan laju pertumbuhan penduduk 2,32 persen.
Deputi Bidang Statistis Sosial BPS Wynandin Imawan menuturkan, dengan banyaknya penduduk RI sampai berjumlah 237,56 juta ini membuat Indonesia berada di peringkat ke empat dunia untuk urusan penduduk.Diprediksi pada tahun 2050, jumlah penduduk RI akan mencapai 288 juta dan berada diperingkat ke enam.

Berikut masing-masing jumlah penduduk per provinsi yang ada di Indonesia :
1.
Aceh 4,48 juta
2. Sumatera Utara 12,98 juta
3. Sumatera Barat 4,84 juta
4. Riau 5,54 juta
5. Kepulauan Riau 1,69 juta
6. Jambi 3,09 juta
7. Sumatera Selatan 7,44 juta
8. Kepulauan Bangka Belitung 1,22 juta
9. Bengkulu 1,71 juta
10. Lampung 7,59 juta
11. Banten 10,54 juta
12. DKI Jakarta 9,59 juta
13. Jawa Barat 43,02 juta
14. Jawa Tengah 32,38 juta
15. DIY 3,45 juta
16. Jawa Timur 37,47 juta
17. Bali 3,89 juta
18. NTB 4,49 juta
19. NTT 4,68 juta
20. Kalimantan Barat 4,39 juta
21. Kalimantan Tengah 2,2 juta
22. Kalimantan Selatan 3,63 juta
23. Kalimantan Timur 3,55 juta
24. Sulawesi Utara 2,26 juta
25. Gorontalo 1,04 juta
26. Sulawesi Tengah 2,63 juta
27. Sulawesi Barat 1,16 juta
28. Sulawesi Selatan 8,03 juta
29. Sulawesi Utara 2,23 juta
30. Maluku 1,53 juta
31. Maluku Utara 1,03 juta
32. Papua Barat 0,76 juta
33. Papua 2,85 juta


TRAGEDI KMP LAUT TEDUH : Bandar Lampung

Sedikitnya 19 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka serta puluhan kendaraan roda empat ikut terbakar musnah akibat terbakarnya kapal roro itu sekitar pukul 02.30 Wib.

Kepolisian Daerah Lampung menyatakan bahwa jumlah korban tewas dalam peristiwa terbakarnya KMP Laut Teduh di Selat Sunda telah mencapai 19 orang dan diperkirakan masih mungkin bertambah. "Dua diantaranya warga Lampung dan sudah dievakuasi ke Kalianda Lampung Selatan pada Jumat siang," kata Kapolda Lampung, Brigjen Sulistyo Ishak, di Bandarlampung, Jumat.

Dia menyatakan, tidak menutup kemungkinan korban tewas akan bertambah apalagi yang berasal dari Lampung, mengingat hingga saat ini pencarian dan penyisiran oleh tim SAR masih terus dilakukan. "Kami membantu proses penemuan penyisiran pada sekitar lokasi terbakarnya KMP Laut Teduh di Selat Sunda dengan menurunkan tiga kapal bantuan," kata dia. Menurut Ishak, dua kapal yang diturunkan untuk membantu penyisiran korban itu berasal dari Polair Polda Lampung dan satu di antaranya merupakan back up bantuan dari Mabes Polri.

Dia melanjutkan, berdasarkan informasi terkini yang diperoleh, jumlah kendaraan yang terbakar di dalam kapal tersebut adalah sebanyak 89 kendaraan, termasuk bus dan truk. "Kami hanya membantu penyisiran dengan status bawah kendali operasi, termasuk tim identifikasi korban bencana," kata dia. Jumlah penumpang selamat pada kapal feri KMP Laut Teduh II yang terbakar Jumat dinihari sebanyak 427 orang. Kapal tersebut terbakar di dekat perairan Merak pada Jumat dini hari.  (Ant)  analisa edisi sabtu, 29 Januari 2011 tahun xxxix no.13615

WAJAH-WAJAH MINGGU INI

Coba Perhatikan mana wajah mu


Peserta dalam foto ini adalah  Keluarga Besar Kelas 3 Penjualan 2, Sekolah mereka di SMK Negeri 6 Medan, yang beralamat di Jalan Jambi No, 23-d dan kalau datang hujuan deras atau lebat lebih kurang 1 jam di depan sekolah itu dah banjir dan bahkan sampai ke dalam hingga persis seperti kolam dan di situlah mereka berfoto bersama wali kelas mereka.  Inilah wajah-wajah ceria yang hanya memiliki pria 3 orang dari jumlah siswa 35 orang


 Jangan  p a c a r a n  dulu mikir dong selesai dulu sekolah  setelah itu .............................
karepmu kono !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Setialah kau sampai seumur hidupmu, jangan gonta-ganti he he he he he he he................

 Awas 

pesan ini disampai demi kebaikan anda !!!!!!!!!!!!
Selamat Belajar

 
Powered by Blogger