KUNJUNGAN PASKAH DI LAPAS

GMI ANUGERAH MEDAN
KUNJUNGAN PASKAH DI LAPAS KELAS I
TANJUNG GUSTA  -  MEDAN

Salah satu momen terbesar dalam sejarah kehidupan umat kristiani, adalah paskah. Setiap tahun umat kristiani, selalu memperingati paskah. Paskah berarti sudah berlalu, berlalu dari kehidupan manusia masa lalu yang penuh dosa menjadi manusia baru, maut yang dihadapan manusia telah berubah menjadi nyanyian sukacita.

Melalui momen paskah tersebut, P2MI GMI Anugerah yang diketuai bapak Drs.E.P.Manurung bersama pimpinan jemaat bapak Pdt. Jonter Rumahorbo, menyikapi pelayanan untuk mengadakan kebaktian paskah bersama saudara-saudara seiman yang berada di lembaga pemasyarakatan kelas I Tanjung Gusta Medan. Kegiatan dilakukan tanggal 23 April 2011 dengan membawa misi : ”Menyampaikan Firman Tuhan Pada Warga Penghuni Sementara di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan

Dalam khotbah yang disampaikan ketua Konta Tahunan Wilayah Sementara bapak Pdt. Fajar Lim, M.Th, yang diambil dari Kisah Para Rasul 16. dengan inti khotbah berpesan kepada saudara-sauadara seiman yang menghuni untuk sementara di lembaga pemasyarakatan agar ” jangan putus asa, sebab Tuhan pegang saya ”. Sama seperti Paulus keluar masuk penjara dan bahkan dipasung. Sekalipun saudara-saudara yang berada sementara di lembaga ini merasa kebebasan terkekang saat ini, oleh karena kelalaian masa lalu anda, tetapi Tuhan Yesus Kristus tetap mengasihi kita semua, tanpa kecuali, asal saudara mau datang dengan tulus kepada-Nya. Dosa sebesar apapun itu Tuhan sudah bayar melalui pengorbanan diri-Nya dikayu salib. Dia rela di salib hanya untuk membela kita pribadi lepas pribadi. Dalam doa syafaat yang dipimpin oleh bapak Pdt. Drs. E.M. Hutasoit, mendoakan saudara-saudara penghuni sementara di lapas Medan untuk tidak melakukan kelalaian di masa lalu kedua kalinya, memohon kepada Tuhan Allah agar kiranya mengasihi, mengampuni dan menangkap mereka untuk menjadi anak-anak Tuhan yang setia kelak setelah keluar dari lapas.

Kebaktian itu dilengkapi dengan kesaksian dari salah seorang anggota P2MI GMI Anugerah ( Bapak Ls. T. Naiborhu ) dan salah seorang dari penghuni sementara Lapas ( Aswin Alias Ken ). Bapak Ls. T. Naiborhu dalam kesaksian hidupnya 45 tahun yang lalu pernah menjadi penghuni sementara di lapas. Ini terjadi oleh karena kekerasan dunia yang telah menempa perjalanan hidup bapak itu hingga menjadi penghuni sementara di lapas. Di lembaga seperti inilah membuat diri saya menyadari arti hidup bersama Tuhan. Masa muda saya, saya sia-siakan dengan percuma. Untuk itu mari datang bersama Tuhan kita Yesus untuk membuka lembaran hidup baru. Tuhan itu baik. Demikian dalam kesaksian bapak Ls. T. Naiborhu. Pasan beliau mengajak para penghuni sementara di lapas agar menanamkan sebuah motto dalam diri, yaitu ”Jangan untuk diulangi melintas pintu depan lembaga pemasyarakatan”. Saat ini bapak Ls. T. Naiborhu sudah menjadi pengkhobah awan di GMI Anugerah Medan dan dengan kasih Tuhan dan usaha beliau bersama istri pada tahun 2010 telah menjalani perjalanan tour ke Israel. Tidak terpikirkan oleh saya untuk napak tilas ketika Tuhan Yesus digiring ke bukit Golgota, demikian ungkap bapak Ls. T. Naiborhu. Mendengar kesaksian tersebut seluruh hadirin spontan bertepuk tangan. Dalam hati penulis berkata, ” sungguh Tuhan Yesus perduli akan kehidupan orang-orang yang dekat pada-Nya, Ia memenuhi segala kebutuhan dan bahkan yang tidak terpikirkan dari awal Tuhan berikan suatu surprise ”.

Kesaksian Aswin alias Ken, sangat singkat, dirinya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, karena setelah ditangkap dan berada di lapas, saya menyadari hidup saya. Pada awalnya saya termasuk orang brandal dan suka mengecewakan orang lain dan orang tua. Mungkin kalau saya tidak tertangkap oleh polisi, saya rasa, saya belum mengenal kemurahan Tuhan. Demikian inti kesaksian Aswin alias Ken di depan teman-temannya penghuni lapas yang hadir ± 150 di tambah dengan rombongan dari GMI Anugerah 40 orang dan pegawai lapas ± 10 orang. Dalam perjalanan keluar dari jerajak dalam lapas, penulis berbincang dengan salah seorang penghuni lapas yang bernama Acong, mengaku sudah menerima Kristus 3 bulan yang lalu mulanya ia penganut budha, dalam foto bersama dirinya ikut yang bertanda lingkaran.

Di akhir kebaktian panitia P2MI GMI anugerah membagikan bingkisan yang disumbangkan oleh jemaat GMI Anugerah berupa : buku bacaan kecil yang berjudul : ” Tuhan, Inikah Murka-Mu Dari Langit ? ”, pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi dan sapu tangan kecil dan kemudian membagikan jedah berupa snak bersama. Seluruh penghuni lapas sangat bahagia atas kedatangan rombongan. Acara ramah tamah dari GMI Anugerah diwakili oleh bapak Pdt. Jonter Rumahorbo, dari penghuni lapas diwakili bapak Tambunan yang bersemangat mengatakan sangat berterima kasih terlebih setelah melihat fisik bapak Pdt. Drs. E.M. Hutasoit tetap bersemangat dalam pekerjaan Tuhan. Ucapan terima kasih diakhiri oleh Ibu Rita Uli Situmeang mewakili bapak Kalapas ( bapak S. Purba ) yang tidak dapat hadir dalam kebaktian tersebut, beliau mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan GMI Anugerah dan mengharapkan dihari akan datang dapat melakukan kerjasama dalam pembinaan kerohanian bagi warga lapas untuk dapat memotivasi mereka ke arah lebih baik setelah keluar dari lapas, seperti kesaksian bapak T. Naiborhu, disamping pembinaan kerohanian lapas juga dilakukan pembinaan kemandirian berupa keterampilan. Kunjungan diakhiri bersalam-salaman. Kegiatan kunjungan paskah ini di ketuai oleh : bapak K. Saragih, sekretaris : bapak S. Simarmata S.Pd, bendahara : bapak Ls. H. Sitorus dan dibantu dengan seksi-seksi.
Oleh : P2MI GMI Anugerah Drs. E.P. Manurung











0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger