Manajemen FIFO Jaga Kualitas Barang

Untuk menjaga kualitas barang, pengelola swalayan perlu menerapkan manajemen First In First Out atau FIFO. Langkah ini penting untuk menghindari barang-barang rusak agar tidak sampai ke tangan konsumen. Selain itu, pengawasan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan juga perlu diintensifkan.
Hal tersebut diungkapkan General Manager Pamella Swalayan, Pamella Sunardi Syahuri, Selasa (1/5). “Menurut manajemen FIFO barang yang lebih dahulu masuk ke gudang, maka harus mendapat prioritas untuk dikeluarkan lebih awal. Dengan cara ini, masa kedaluwarsa barang bisa termonitor,” katanya
Menurut Pamella, usaha kelontong perlu ketelitian dan keuletan tersendiri karena barang yang dijual tidak hanya berupa barang pabrikan, tetapi juga barang-barang dari industri rumah tangga.
Kalau barang pabrikan, masa kedaluwarsanya sudah tercantum dengan jelas, sementara makanan produksi rumah tangga masih banyak yang belum mencantumkannya. Karenanya, barang olahan dari industri rumah tangga perlu mendapat perhatian lebih,” tuturnya.
Untuk mengatasi keterbatasan personel dalam hal penjagaan kualitas barang, pihak pabrik biasanya juga menerjunkan langsung tenaga sales promotion girl (SPG). Para SPG akan meneliti langsung barang-barang yang diproduksi pabrik bersangkutan. “Di tempat kami, ada sekitar 25 orang SPG tiap tokonya. Keberadaan mereka sangat membantu kami,” ucapnya.
Lebih jauh, Pamella mengatakan di tengah persaingan bisnis swalayan yang kian ketat, diperlukan keuletan dari pihak manajemen. Karenanya, selain menjaga kualitas barang, Pamella juga menjamin kehalalan produk-produk yang dijualnya. Jaminan ini memberikan kekhasan tersendiri bagi Pamella.
“Selain soal kehalalan, kami juga menerapkan program dana sosial konsumen Pamella. Lewat program ini, maka setiap kembalian di bawah Rp 100 akan kami kumpulkan untuk kegiatan amal. Dalam sebulan, ada sekitar Rp 6 juta dana yang terkumpul. Selain untuk beramal, program ini juga menghindari perbuatan curang dari petugas kasir,” katanya.
Pamella menambahkan, di tengah maraknya penetrasi swalayan- swalayan skala besar dengan konsep waralaba, pemerintah hendaknya melindungi para pengusaha lokal dengan cara memperketat aspek perizinan.
“Kalau tidak dilindungi, maka pengusaha lokal akan kolaps karena harus bersaing dengan pemodal-pemodal besar,” ujarnya. (ENY) sumber Kompas edisi 2 Mei 2007

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger